LSO Psychology Club
Universitas Muhammadiyah Malang
LSO Psychology Club
Universitas Muhammadiyah Malang

Tak Sengaja, Peneliti Temukan Kaca Tertipis di Dunia

Author : Administrator | Senin, 16 September 2013 11:45 WIB
Kaca [ilustrasi]

 
 

Secara tidak sengaja, para peneliti dari Cornell University, Amerika Serikat dan University of Ulm, Jerman, menemukan lembar kaca tertipis di dunia. Ukurannya sangat tipis, hanya setebal dua atom.

Live Science melansir, 16 September 2013, temuan yang telah diabadikan di Guinness Book of World Records tahun 2014 itu, membuat para peneliti heran mengenai sifat kaca, yang ddapat berperilaku seperti benda padat dan cair.

Temuan kaca tertipis di dunia ini berawal ketika para peneliti memeriksa temuan mereka berupa graphene, yang merupakan salah satu bahan tertipis dan terkuat di dunia. Ukuran dari lembaran graphene hanya setebal satu atom karbon dan berbentuk kisi kristal seperti sarang lebah.

Lalu, dengan mengggunakan mikroskop elektron, para peneliti memeriksa beberapa atom di graphene. Hasilnya, ditemukan selembar kaca 2D yang terdiri dari silikon dan atom oksigen.

"Lapisan kaca tertipis di dunia ini mungkin diciptakan akibat dari kebocoran udara pada foil tembaga yang terdapat pada proses pembuatan graphene. Kaca itu terbentuk dari mineral yang terdiri dari silikon dan oksigen," kata David Muller, Profesor Fisika Terapan dan Rekayasa di Cornell University.

Muller menambahkan, pada penelitian pertama di tahun 2012 lalu, peneliti juga menemukan foto mikrokopis dari panel tertipis di dunia. Foto itu yang membantu peneliti memecahkan masalah dari sifat kaca, apakah terbuat dari benda cair atau padat.
 


Foto mikroskopis dari struktur kaca tertipis yang diklaim tertipis di dunia. (Live Science)

"Kebanyakan benda padat ketika didinginkan akan membuat atom menjadi kaku. Jadi, meskipun kaca memiliki penampilan yang padat, tapi atom yang membentuk kaca berasal dari jaringan yang cair," jelas Muller.

Para peneliti mengatakan struktur kaca 2D tertipis di dunia ini hampir mirip dengan teori struktur kaca tidak teratur yang ditemukan pada tahun 1930.

"Ini adalah hasil penelitian terbaik dalam karir peneliti saya. Sekarang semua orang dapat melihat susunan atom yang ada di dalam kaca," tutur Muller.

Meski penemuan dilakukan secara tidak sengaja. Para peneliti berharap temuan kaca 2D tertipis di dunia ini akan membuka jalan dalam pengembangan nanoteknologi di masa depan.


sumber
Shared:

Komentar

Tambahkan Komentar


characters left

CAPTCHA Image